Sang jiwa mengelana ke relung terdalam manusia.
Telusuri jalan labirin menyesatkan yang dibentuk iblis durjana.
Meski tertatih sepertinya sang jiwa tidak merasa letih.
Meski berdarah, sepertinya sang jiwa temukan arah.
Kehidupan membuang sang jiwa dari peraduannya.
Seperti membenci, tidak melihat isyarat mata hati.
Masa mendepak sang jiwa dalam kotak hitam tak terdeteksi radar
Kemana sang jiwa?
Sedang dia terluka, merana.
Masih, sang jiwa mengembara ke relung terdalam manusia.
Siapa sangka, sang jiwapun terolak oleh raga dalam manusia.
Jiwapun berontak, kudea dalam kembaraanya.
Sang jiwa masih dengan langkahnya.
Melayang, mencari eksistensi peradaban manusia
Siapa butuh siapa?
Masih mencari sampai titik.
Strawberry, Feb 12nd 2008
No Comments Yet