Sang Pemimpi

Sebuah mimpi tak hanya dapat menguatkan tekad hidup seseorang. Tapi juga dapat membuka pintu langit tertinggi untuk impian itu. “Sang Pemimpi”, tetralogi ke-2 Laskar Pelangi, tanpa berdosa membuka relung dan “memori gelap” masa laluku yang sengaja ku kaburkan.
Entahlah, ada yang bergolak!! Ada yang berontak dalam diriku!!..
Pertanyaan mendasarnya adalah, apa sebenarnya mimpiku???…

Impian akan menjadi lukisan mahakarya agung jika telah dicapai. Tidak ada yang bisa membeli, tidak ada yang bisa memberikan nilai padanya…kepuasannya tisak dapat diukur…
Setiap kerja keras untuk mencapainya adalah harga yang harus dibayar…
Semakin utopia sebuah mimpi, semakin mahal harga yang haus dibayar…

Lalu, aku, kamu…
Berapa harga yang telah aku, kamu bayar untuk impianmu???
Jangan-jangan aku dan kamu membeli sesuatu yang mimpi yang tak bernilai atau hanya mimpi kososng tanpa isi???

Jangan lagi bersikap inkonsisten untuk mimpimu!! Harga ini tidak dapat lagi terbayar jika hanya langkah kecil yang dibuat!! Berlarilah!! Persembahkanlah yang terbaik darimu!! Tiada kata terlambat….

Berlarilah mulai sekarang…
Bergeraklah ….
Bermimpilah …

Hakikat diam adalah mati
Apakah sekarang aku dan kamu menjadi mayat hidup??
Sekali melangkah tuntas!! Ragu-ragu kembali saja….
Jadilah tunas bangsa yang bangga pada bangsanya…
Berfikir kritis…bertindak realistis…bermimpi fantastis….

Selasa, 10 Juni 2008
Inspired by. Arai_“Sang Pemimpi”
Andrea Hirata_Tetralogi Laskar Pelangi….


Leave a Comment