Kesendirianpun bisa menjadi sumber hikmah

berbeda itu asik

Terkadang perjalanan hidup memang asem-manis-bahkan pahit kadang kala. Begitu juga orang yang ada disekitar perjalanan hidup kita. Mereka terkadang begitu amat sangat menyenangkan sehingga kita begitu amat sangat enggan untuk meninggalkan mereka. Ada juga yang begitu amat sangat menyebalkan sehingga sebaik apapun mereka kita begitu amat sangat ingin untuk menghilangkan mereka dalam perjalanan hidup bahkan kita berusaha menghilangkan memori tentang mereka. Ada yang acuh tak acuh, ada yang memperhatikan tapi tak berani menghampiri, hmmm…bahakan ada juga mereka yang diam-diam dengan manis menjadi secret admirer kita (he..he..).
Banyaknya orang yang ada disekitar kita adalah tantangan bagi pribadi kita untuk menjadi orang yang arif dan bijaksana. Apakah kita yang melangkolis mampu sedikit mengeluarkan ke-introfet-an kita agar orang lain sedikit mengecap kecerdasan orang melangkolis. Apakah kita yang plegmatis damai mampu sedikit bersikap aktif agar orang lain sedikit merasakan kebijaksanaan orang plegmatis damai. Apakah kita yang orang sanguinis mampu sedikit mengurangi ke-ekstrofet-an kira agar orang lain selalu merasa nyaman dengan tingkah polah kita. Atau apakah kita yang koleris mampu sedikit mengurangi ke-diktator-an kita agar orang lain merasa aman dengan keberadaan kita di dekatnya…Apapun karakter kita, itu adalah modal yang harus kita maksimalkan agar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dan berkepribadian menyenangkan…Bukankah membuat saudara kita bahagia adalah sedekah yang paling utama???
Lalu, bagaimana ketika mereka yang ada disekitar kita menjadi orang yang seakan-akan tidak mengenal kita? Mereka dengan sengaja atau tidak begitu menyakitkan hati? Mereka tanpa sadar atau tidak begitu mengabaikan perasaan kita? Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mencari 1001 alasan mengapa saudara kita berbuat demikian. Karena jika kita terus saja merasa terdzalimi dan tersakiti oleh perbuatan kita boleh jadi kitalah yang sebenarnya terjangkit penyakit hati…dan yang sebenarnya menjadi sumber ketidaknyamanan itu adalah diri kita sendiri…seperti hukum relatifitas Einstein. Energi yang dimasukkan sama dengan energi yang dikelurkan… Apa yang diterima oleh saudara kita, itulah yang dikeluarkan oleh mereka…Apa yang kita masukkan dalam perasaan saudara kita, itulah yang akan dikeluarkan oleh saudara kita…semua seimbang, semuanya setimpal!!
Sebagai manusia apakah kita menjadi orang yang harus selalu bersama dengan orang lain…aku pikir tidak juga. Kita terkadang membutuhkan waktu untuk sendiri, merenugi apa yang terjadi, me-muhasabah-i setiap apa yang terjadi pada diri… Rasulullah SAW selalu beruzlah untuk mendekatkan diri pada KhalikNya…begitu juga kita…terkadang kita juga harus menyadari kelemahan kita dengan cara menyendiri untuk mencari apa yang sebenarnya terjadi…mencari arti dalam setiap peristiwa, mencari makna dalam setiap kejadian…Dan maka kita yakin bahwa kesendirianpun ternyata bisa menjadi sumber hikmah




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: