BUKAN CINTA BIASA

4301_1070112196133_1325946400_30202295_3535587_n

“Cintaku bukanlah cinta biasa Jika kamu yang memiliki Dan kamu yang temaniku Seumur hidupku…

Lagu Afgan itu belakangan selalu dinyanyikan oleh seorang teman yang sedang ‘kasmaran’. Katanya, lirik lagu itu sangat sesuai dengan apa yang sedang dia rasakan. Lagu itu dianggap mewakili perasaannya. Karenanya, setiap kali dia mendengar lagu itu, dia akan mendengarkan dengan ‘khusuk’ dan setiap kali dia menyanyikan lagi itu, dia akan menyanyikan dengan penuh penghayatan sampai meneteskan air mata. (beuh….kalah si Afgan !).

Kalau mendengar lagu itu, rasa cinta kepada sang kekasih akan bertambah dalam. Rasa rindu untuk berjumpa akan semakin membuncah. Kadang, dengan mata terpejam, wajah si dia akan hadir menemani sepanjang lagu itu diputar. Tak lupa, sebait lirik lagu itu ‘dipajang’ sebagai status Facebook dan YM. Lagu itu juga dipasang sebagai Ring Back Tone dan Nada dering handphone, hingga semua orang bisa mengetahui apa yang sedang dia rasakan. Uggh…so sweeet….

Teman yang lain pernah bertutur, bahwa musik dan lagu bisa sangat menggetarkan hati. Lirik sebuah lagu kadang bisa sangat pas mewakili perasaan yang terpendam. Demi mendengar sebuah lagu, seseorang bisa ‘termehek-mehek’, atau ‘meledak-ledak’ karena emosi. Sedasyat itu-kah, rangkaian kata-kata ciptaan manusia bisa mempengaruhi seseorang ? Bagaimana dengan rangkaian kalam-NYA ? Bergetarkah hati kita ketika diperdengarkan ayat-ayat cinta-NYA ? Meneteskah air mata kita demi menyimak untaian kata dari Yang Maha Mencintai ? Seberapa besar kerinduan kita untuk senantiasa membaca-meskipun dengan terbata-bata ? Apakah kita selalu menggumamkan ayat-ayat-NYA untuk melukiskan rasa yang sedang berkecamuk di dada ? Sesungguhnya, rangkaian kata yang termaktub dalam Al-Quran itu-lah yang akan menuntun kita kepada jalan kebahagiaan yang hakiki. Bukan sekedar kebahagiaan semu dan sesaat. Kata-kata itu akan memberi ketenangan hati kepada siapapun yang mau membacanya meskipun tak mengerti arti dan maknanya. Kata-kata dalam Al-Quran akan menerangi kehidupan manusia di dunia, dan akan menjadi pelita dalam pekatnya kegelapan alam kubur kelak. Kata-kata cinta-NYA bukanlah kata-kata cinta biasa, tapi LUAR BIASA bahkan lebih SUPER dan DASYAT dari semua kata-kata karangan manusia.

Jika kita bisa bertambah cinta kepada seseorang karena sebuah lirik lagu, maka seharusnya kita terus bertambah cinta kepada-NYA setiap membaca kitab-NYA. Jika kerinduan untuk bersua dengan sang pujaan hati membuncah setelah mendengar lagu, maka sepatutnya kita semakin rindu untuk berjumpa dengan-NYA. Jika bisa menitikkan air mata dan bergetar hati kita demi mendengarkan sebuah untaian lirik, maka seharusnya air mata kita lebih menderas, hati kita berguncang hebat ketika membaca kalam-NYA yang bercerita tentang keindahan surga, kengerian neraka, kemahaan kuasa-NYA, dan segala yang DIA tuturkan dengan penuh cinta kepada umat manusia. Maka, pertanyaan-pertanyaan berikut ini saya ajukan kepada diri sendiri yang faqir …. Apakah saya lebih sering dan lebih suka mendengar lagu-lagu ciptaan manusia ketimbang rangkaian indah kalam-NYA ? Apakah hati saya lebih bergetar ketika menyimak sebuah lagu daripada menyimak ayat-ayat-NYA ? Apakah cinta saya kepada seorang mahluk lebih besar dibanding cinta kepada-NYA ? Apakah saya bisa meneteskan airmata kerinduan kepada-NYA seperti saya meneteskan air mata rindu kepada seseorang hanya karena mendengar sebuah lagu ? Apakah saya bangga memajang sebaris ayat-NYA di status Facebook atau YM, hingga semua orang yang membacanya turut mendapat manfaat, atau saya lebih suka memanjang bait-bait lagu untuk sekedar memancing komentar ? Biarlah hati ini yang akan menjawabnya dengan jujur… Cinta-NYA bukanlah cinta biasa Jika aku yang memiliki Dan DIA yang temaniku Seumur hidupku …. Afwan….

its_just_dwi sumber :www.eramuslim.com


  1. Subhanallah, cinta. Disaat dua hati harus lebur, dimana kekasih mencipta keluasan jiwa, kelonggaran mental, dan kecerdasan pikiran untuk selalu melihat sisi baik dari kepribadian dan perilaku kekasihnya. Ketika prasangka baik dan kesiagaan bersyukur selalu menjadi perangkat utama dalam menentukan sikap terhadap pihak yang dikasihinya. Untuk menunaikan sekeping harkat penghambaan yang semata hanya kepadaNya.




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: