AKHWAT PEMULUNG- Learn what is Syukur

s_30d30502

Namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel
berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM),
Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya
baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu
saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga.
Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa
memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih
senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus.
Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan
pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan
salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas
keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia
memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di
sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama
berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh
banyak plastik untuk dia bawa pulang.

Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang
adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana
yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten
Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya
Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya,
sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah,
setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi
samping yang tinggi itu. (can you imagine it ?)

Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya
mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung
sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.
Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di
DAAI TV sore tanggal 26/5/2008. Di Trans TV juga disiarkan hari selasa
beberapa hari sebelumnya, di acara KEJAMNYA DUNIA Sungguh episode yang
membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.

1. Astaghfirullah. Gimana bisa kita masih sering mengeluh hanya karena
tabungan ga nambah-nambah?
2. Gila…(sensor) . Bagaimana dia bisa berjalan 10 km perhari? Kita aja
jalan 20 menit ke kantor tiap pagi dan sore sudah merasa capek banget.
Lemah.
3. Subhanallah. Semangatnya itu loh. Kalau dengar dia berkata-kata,
sepertinya tidak ada rasa minder, malu, bahkan dia sangat yakin. Oh
girl, you are so great. Wonderfull.

Source: email dari teman. Semoga bisa menyadarkan kita untuk selalu
bersyukur akan apa yang kita punya.
copasted from a blog http://anied. tehobenk. com/?p=211


  1. Hello! Do you know if they make any plugins to
    protect against hackers? I’m kinda paranoid about losing everything I’ve
    worked hard on. Any tips?




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: